Karya Tari THE OTHER HALF IDF 2020
THE OTHER HALF – Renungan AKU dan TARI TUBUHKU
Puri Senja termasuk seorang
koreografer muda berbakat yang dimiliki Indonesia saat ini. Pengalaman sebagai
seorang penari, bahkan belakangan beberapa karya yang ia ciptakan semakin memberi
dorongan baginya untuk selalu berinovasi mewujudkan ide-ide akan pengalaman
hidup maupun lika-liku tubuh kepenariannya. Pada program Indonesia Dance
Festival 2020, ia menyuguhkan karya yang berjudul THE OTHER HALF. Sebuah karya
tari yang berlatar belakang akan daya energy tubuh sendiri yang terstruktur ke dalam pola teknik
kepenarian.
Pada karya ini Puri terlihat
sangat menguasai muatan makna dari setiap elemen yang dipakai. Semua
terstruktur ke dalam olahan emosi akan
berbagai peristiwa, dan kemudian ia
ungkapkan dalam karya The Other Half
yang berdurasi lebih kurang 18 menit.
Pola garapan dengan menggunakan
narasi sebagai pengantar cerita dari setiap bagian yang ingin disampaikan, terasa
mengalir dengan baik. Ungkapan kata dan kalimat yang ia lafaskan seakan menjadi
irama tersendiri. Dapat membangun emosi di antara semua itu. Sehingga tanpa
terasa ketika puri memindahkan persoalan yang disampaikan ke media gerak, semua
tidak menjadi patah, akan tetapi menjadi perpaduan dalam satu kesatuan irama dan
dinamika yang menarik. Dengan memakai pola garapan seperti ini, Puri seakan
menemukan ciri khas tersendiri dalam menyampaikan ide-ide dalam karya The Other
Half.
Lompatan dari satu peristiwa ke
peristiwa yang ia rasakan sejak mulai tumbuh
sebagai seorang gadis remaja, dengan pola didikan nyaris menyerupai disiplin
militer yang diterapkan oleh orang tua
di lingkungan keluarga, begitu membekas sampai ia menjadi seorang putri dewasa.
Peristiwa kecelakaan yang pernah suatu
ketika menimpa dirinya, menghentikan semua aktifitas yang dilakukannya. Usai
peristiwa kecelakaan yang menimpa dirinya itu, merubah cara pandangnya untuk
melihat sesuatu. Ia seperti ingin meninggalkan semua peristiwa masa lalunya,
dan ingin menatap masa depan dengan lembaran yang baru.
Dalam Karya The Other Half,
momentum itu ia jadikan sebuah peristiwa masa transisi yang memiliki makna
berarti bagi dirinya. Hal itu ia tunjukkan dengan adegan khusus penuh pergolakan
fisik maupun letupan emosi.
Secara visual Puri memperlihatkan
usaha untuk membuka dan membuang Jaket yang ia kenakan. Sebagai penegasan
dirinya ingin meninggalkan masa lalu yang ia lalui sebelumnya. Ketika jaket
berhasil ia lemparkan, Puri masuk ke dalam era baru yang terus mencari, menelusuri kemampuan diri.
Pada awalnya kita menangkap Puri
belum terlalu percaya dengan Perubahan yang ia lakukan. Hal itu terbukti emosi
yang mengalir dalam gerak patah-patah yang ia munculkan, hanya menghadap ke arah belakang.
Namun hal itu tidak berlangsung lama. Secara mengejutkan Puri mengarahkan kepalan
tinju tangan kirinya ke arah depan, dengan posisi sedikit agak tinggi.
Adegan itu terasa kuat, karena
Puri menggunakan efek visual gambar yang tiba-taba. Sehingga kepalan tinju
Puri menjadi sebuah kejutan yang kuat
dan menarik. Adegan itu seperti menjadi
akhir dari perseturan dirinya akan masa lalu. Akan tetapi karya tari ini belum
berakhir.
Rasanya itulah Puri. Ternyata
didikan meliter yang ia dapatkan dari pola didikan orang tuanya, membuat ia
kini jadi seorang yang tangguh, tidak mau menyerah dengan semua kelemahan diri
yang ia rasakan.
Kecerdasan Puri sangat diuji pada
bagian-bagian akhir karyanya. Ia terlihat tidak mau menyia-nyiakan kekuatan
bangunan struktur karya yang telah ia bangun pada bagian sebelumnya. Puri
terlihat lebih teliti dalam pemilihan bentuk gerak dan emosi yang dihadirkan.
Dialog akan aku dirinya, terus ia sinerjikan dengan tari yang ada pada
tubuhnya.
Rangkaian Gerak tangan kanan yang
mengepal kuat, membuka dan kembali mengepal sambil beriirigan dengan bunyi
lengusan nafas serta posisi kuda-kuda yang kokoh, menjadi pilihannya untuk mengahiri karya The
Other Half. Dengan poisisi itu Puri seakan mempertegas bahwa Aku dan Tari
Tubuhnya telah menuntun cara pandang dirinya menatap masa depan.
Sumber : Pertunjukan Daring Karya
The Other Half, karya Puri Senja, Indonesia Dance Festival 2020.
Penulis : Benny Krisnawardi



Komentar
Posting Komentar