Pentas tari Lipatan Kesedihan Dari Kamar Dalam Koreografer Hartati

Pentas tari Lipatan Kesedihan Dari Kamar Dalam Koreografer Hartati
Foto : Benny Krisna

Karya Tari Lipatan Kesedihan Dari Kamar Dalam koreografer Hartati, tampil pada malam puncak Festival Teater Jakarta 2019, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, 29/11/2019.

Karya yang berdurasi lebih kurang 22 menit ini, disuguhkan dalam format yang sangat meditatif, sehingga membuat tampilan karya bergaya kontemporer ini, begitu berbeda dengan karya-karya Hartati sebelumnya yang sangat dinamis dan menghentak-hentak.


Rasanya, Hartati mulai berpetualang pada bentuk atau nuansa baru, bahkan mungkin ini bisa kita sebut, pembuktian diri dalam pencapaian kedalaman karya menjadi perioritas utama Hartati dalam berkarya.
Pentas tari Lipatan Kesedihan Dari Kamar Dalam Koreografer Hartati
Foto : Benny Krisna

Begitu terasa, Hartati seperti tidak melulu memperlihatkan keindahan gerak-gerak yang dihadirkan oleh penari dalam karya ini, akan tetapi berusaha menemui makna dalam setiap penyampaian, bentuk gerak, musik, maupun pendukung lain, seperti lighting maupun tataan panggung.

Hartati sangat beruntung, hampir semua pendukung begitu memahami apa yang diinginkannya dalam karya ini. Tidak mudah untuk menginterpretasikan semua yang diinginkan, akan tetapi sepanjang karya ini berlangsung, baik penari, musik, lighting bahkan tataan panggung, seperti bergumul dalam arah gelombang serta energi karya ini secara total.
Pentas tari Lipatan Kesedihan Dari Kamar Dalam Koreografer Hartati
Foto : Benny Krisna

Menurut saya Hartati berhasil dalam mengajak semua pendukung dalam pengembaraan, merajut setiap bagian karya, mencapai titik yang sama dalam penyampain ekspresi yang berbeda, akan tetapi pada garis merah yang kuat dalam keutuhan karya ini.

Kehadiran dialog pada penari, seperti masih jadi tantangan bagi penari muda yang tidak terbiasa dengan itu. Tapi, ini sebuah pilihan yang terkadang sulit untuk dihindari. Kesiapan penari dalam bentuk ekspresi apapun, seperti harus menjadi perhatian, apalagi dengan berbagai bentuk perkembangan zaman yang menuntut seorang penari tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik atau keunggulan dalam bergerak saja.

Sukses untuk uni Tati panggilan akrab Hartati bagi kami, dan juga semua tim. Karya ini buat saya, seperti melempar kegelisahan akan keberadaan penari serta karya-karya kontemporer di Indonesia..


Sumber : Pribadi. Pertunjukan karya Lipatan KesedihanDari Kamar Dalam, pada malam puncak Festival Teater Jakarta 29/11/2019, Hartati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIODATA SINGKAT BENNY KRISNAWARDI